Skip to content

Tag: sakit

(Hari ke-5) Meningitis

Ponsel di saku celanaku terus bergetar tanpa suara. Sengaja kupilih silent mode kalau sedang tugas wawancara. Takut mengganggu.

Tapi, siapa yang terus-terusan telepon dari tadi?

Segera kupijit ikon telepon warna hijau di sudut ponsel saat sebuah panggilan kembali masuk dengan nama yang kukenali.

“Emak…” suara di seberang telepon tersedak oleh tangisnya yang pecah.

(Hari ke-4) Ketika Bapak Pergi

Nama bapak Supriadinata bin Raden Djuharta. Ia menjadi yatim saat masih kecil, dan dibesarkan dan dididik uwak lelakinya ala militer. Lalu menurunkan pola pendidikan itu kepada kami, keempat anaknya.

Bulan September 1991 di hari kesembilan, ia meninggalkan kami di usianya yang masih muda, 37 tahun. Ia tak mewariskan harta apapun, bahkan rumah yang kami diami, masih menumpang di rumah nenek dari emak. Tak ada benda berharga, kecuali setumpuk buku, beberapa ekor ayam peliharaan, sederet tanaman hias yang menjadi kegiatan sorenya, juga wasiat mendirikan shalat dan tetap melanjutkan madrasah sore kami.