Skip to content

Tag: lomba blog

Berkah Literasi: Menjadi Juri Lomba Blog Nasional

Ada satu berkah yang tak mungkin saya lupa di tahun ini, yaitu undangan menjadi juri dalam Lomba Blog Pendidikan yang dihelat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019. Sebuah kehormatan tentunya, untuk berkiprah di dunia literasi negeri ini. Memberikan kontribusi yang saya punya.

Ini jenis-jenis blogger, kamu yang mana?

Setelah lebih intens bergaul dengan para blogger, saya jadi bisa melihat bahwa blogger itu tak hanya sekadar menjadi hobi di waktu luang atau menjaga eksistensi dengan karya tulis, melainkan juga sebuah profesi yang menghasilkan.

Di tulisan ini, saya tak hendak menghakimi mana jenis blogger yang lebih baik, atau yang buruk. Saya hanya menyampaikan beberapa amatan saja, sekaligus menegaskan posisi saya sebagai salah satu blogger.

Prestasi Tak Terduga di Ujung 2018

Sampai usia saya 34 tahun, belum pernah sekalipun ikut lomba penulisan. Padahal, sebagai lulusan jurnalistik dan bekerja di bidang penulisan, sudah sewajarnya ikut lomba. Mau motifnya dapat uang, atau menjaga eksistensi dan mengukir prestasi, ya terserah. Yang penting ikut lomba.

Tapi aku selalu dibayang-bayangi ketakutan, bagaimana kalau kalah? Hahahaha, maklum, aku tak suka ditolak. Tapi itulah yang aku alami bertahun-tahun ini. Bukan apa-apa, aku pernah menjalani hidup sebagai penulis bayaran. Jadi secara psikologis, aku yang diminta menulis, lalu dibayar. Bukan ‘menjajakan’ karya tulis, lalu dinilai dan dihargai.

Cara Trendi, Bayar Pajak Pakai Aplikasi

Perpajakan di negeri ini memegang peranan yang sangat penting, karena mayoritas penerimaan negara bersumber dari sector pajak. Hal ini bisa kita lihat pada postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 misalnya, penerimaan yang bersumber dari pajak mendominasi sebesar Rp1.618,1 triliun, sedangkan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp275,4 triliun (Data Kementerian Keuangan, 2018).

Dari pajak yang menyumbang penerimaan negara lebih dari 85 persen itulah, roda kehidupan bangsa dapat berputar. Misalnya untuk pendidikan sebesar Rp147,6 triliun, perlindungan sosial, pelayanan umum, perumahan dan fasilitas umum, perlindungan lingkungan hidup, serta kesehatan dan pariwisata.

Piala yang Terbelah Tiga

Jumat malam, pekan lalu, nyaris tak ada yang berbeda, saya pulang sudah larut malam seperti biasa. Yang berbeda, adalah perasaan bangga dan bahagia, karena artikel yang saya tulis telah diapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Lomba Blog Pendidikan Keluarga 2018 sebagai Juara I.

Pulang pada Jumat malam itu, agak repot, karena harus menenteng piala, piagam yang sudah dipigura, buku-buku dari Kemdikbud, serta pakaian kotor. Tiba di rumah, seluruh penghuni telah tidur, kecuali istri yang terbangun untuk buang air kecil. Saya sempat bercerita mengenai kegiatan Malam Apresiasi dan menunjukkan piala, sertifikat penghargaan yang ditandatangani Pak Menteri, serta hadiah lainnya.