Skip to content

Tag: BersujuddiKakiEmak

Tentang emak dan keajaiban

Sekarang tahun 2018. Bulan Maret. Hari yang kedua. Mengingat-ingat salah satu keajaiban yang terjadi dalam hidup saya, yaitu kuliah.

Sebagai anak yang terlahir dari kasta ekonomi pas-pasan, bisa kuliah adalah sebuah kemewahan. Ya, emak saya seorang pe-en-es di Ibukota, yang Cuma lulusan SMA dengan golongan mentok di III-B saat pensiun.

Saat lulus S1 tahun 2007 dulu, saya hampir putus kuliah. Beruntung, jurusan ilmu jurnalistik yang saya ambil, mengajarkan satu keterampilan yang bisa membuat saya mendapatkan pekerjaan di semester VI (selain karena kehendak Allah swt tentunya).

Aku, Bapak dan Tentang Menjadi Seorang Lelaki

Anak laki-laki akan meniru perilaku ayahnya dalam keluarga. Seperti kata pepatah, “buah tak jatuh jauh dari pohonnya.”

Saya pernah mendengar pernyataan ini. Entah apakah ini pernah diuji secara klinis atau psikologis, atau mungkin hanya kesimpulan yang berlaku umum. Tapi bagi saya, ini benar adanya.

Saya memang meniru perilaku ayah saya, yang saya panggil “bapak”. Meski beliau meninggal sejak saya berusia 8 tahun, tapi ibu saya selalu bercerita tentang ayah.

Sekerat bahagia

Emak dan bapak selalu membawa sisa
Kue-kue dari rapat atau acara
Apapun dari kantornya
Untuk kami berempat yang menunggu dengan penuh asa

Begitulah kami merayakan bahagia
Begitulah kami berbagi dengan sederhana
Begitulah kami membangun jiwa
Begitulah mereka mengajarkan cinta

Kebiasaan itu menurun tentu saja
Pada setiap perjalanan keluar kota
Dengan Garuda yang selalu memberi makanan beraneka
Tak lupa ku bawa serta

Meja belajar dan fatwa-fatwa

Ada dua sebab mengapa
Secarik kertas tua itu menjadi berharga

Pertama,
Ada iklan meja belajar yang pernah
kami damba
Karena setiap hari, meja belajar
kami adalah seluas lantai rumah
Lesehan, dengan debu yang dibawa
kaki-kaki telanjang dari hasil kembara
mencari nafkah.

Kedua,
Ada fatwa-fatwa emak
yang ditulis bagi empat anaknya
dengan nada cemas penuh harap
Setelah sang belahan jiwa
dirawat beratus-ratus jam pada
Bangsal rumah sakit di tengah kota

Lelaki teladan dalam cerita

Hari ini, 26 tahun lalu
Seperti baru sehari saja berlalu
Telah beberapa bulan bapak dirawat
Sebab batu empedu yang gawat

Di ujung hari senin yang kelabu
Dari telepon datang kabar itu
Emak bilang, “Bapak telah tiada.”
Karna Tuhan lebih mencintainya

Meniru bapak

Menjadi orangtua, sejatinya bukan karena bisa melahirkan anak (saja). Atau karena ada yang memanggil kita dengan sebutan “ayah” atau “bunda” dan sejenisnya. Lebih dari itu, menjadi orangtua harus dibekali dengan kompetensi mendidik dan mengasuh, dimana pada peran keduanya ada kewajiban dalam memberikan keteladanan.