Skip to content

Tag: anak

Tentang Nama, Tentang Doa

Semua orangtua, pasti menyematkan nama yang baik-baik bagi anaknya. Sebab, nama adalah doa, agar kelak si anak bisa sebaik namanya. Begitu pula saya dalam menyematkan nama sebagai salah satu hak anak dan kewajiban orangtua dalam Islam.

Di keluarga kecil saya,  mencarikan nama menjadi tugas saya. Meski begitu, saya selalu mendiskusikan pilihan dan alternatifnya kepada istri. Dan sejauh ini, ia setuju saja.

‘Guru’ yang Mendewasakan Kami Adalah Buah Hati

Hal yang paling hebat terjadi pada diri manusia, ketika ia menjadi orangtua. Meski tak ada sekolah menjadi orangtua, namun kita diwajibkan memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara mendidik dan merawat buah hati.

Menjadi orangtua pembelajar, adalah kunci dari semua bukti cinta kita pada buah hati. Saya dan istri melalui fase dimana kami memulai pengalaman sebagai orangtua dari nol; dimulai semenjak persiapan kehamilan, pada detik-detik pertama kelahiran buah hati, usia dua tahun pertama, hingga hari ini.

Piala yang Terbelah Tiga

Jumat malam, pekan lalu, nyaris tak ada yang berbeda, saya pulang sudah larut malam seperti biasa. Yang berbeda, adalah perasaan bangga dan bahagia, karena artikel yang saya tulis telah diapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Lomba Blog Pendidikan Keluarga 2018 sebagai Juara I.

Pulang pada Jumat malam itu, agak repot, karena harus menenteng piala, piagam yang sudah dipigura, buku-buku dari Kemdikbud, serta pakaian kotor. Tiba di rumah, seluruh penghuni telah tidur, kecuali istri yang terbangun untuk buang air kecil. Saya sempat bercerita mengenai kegiatan Malam Apresiasi dan menunjukkan piala, sertifikat penghargaan yang ditandatangani Pak Menteri, serta hadiah lainnya.

Seni Mendidik Anak yang Sebenarnya

“Mas Farih, bangun! Sebentar lagi adzan!” Tubuh kecil itu menggeliat.

“Aku masih ngantuk, bi…”

“Yuk, pipis, sikat gigi trus wudhu…”

Ia duduk sebentar untuk memulihkan kesadarannya, lalu bangkit dan menuju kamar mandi dengan langkah yang berat.

“Aku laper…” raut wajahnya mulai mendung.

“Nanti habis sholat, baru makan ya…” aku menunjuk sepiring ayam goreng di atas meja makan yang terbuat dari kayu jati muda. Istriku tersenyum saja, melihatku membujuk si sulung dengan makanan.

Game Disorder pada Buah Hati: Sebuah Catatan Antisipasi

Saya sering mendapati orangtua yang bekerja, cenderung permesif terhadap penggunaan gadget pada anak. Karena orangtua sudah lelah akibat seharian bekerja, maka gadget dianggap sebagai solusi bagi keduanya: orangtua dan anak. Orangtua bisa beristirahat, sementara anak bisa bermain.

Penggunaan gadget nyaris tanpa aturan, juga terjadi pada orangtua dengan pemahaman literasi yang rendah. Sehingga memberikan gadget berupa tablet atau smartphone pada buah hati, dianggap sebagai bentuk kasih sayang dan dipercaya sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.