Skip to content

Resolusi Literasi 2020: Agar Telaten Berkarya

Tahun baru 2020 sudah di depan mata. Saya telah membuat evaluasi capaian literasi saya sepanjang 2019 yang bisa dibaca di sini. Dengan membuat evaluasi, saya jadi bisa lebih memahami diri sendiri, dan menetapkan target 2020 beserta strateginya lebih baik lagi. Nah, resolusi literasi 2020 telah saya susun, berikut rinciannya.

Di postingan ini, saya tak hanya memasukkan resolusi literasi untuk pribadi, melainkan juga resolusi literasi untuk komunitas yang saya dirikan, yaitu Books4Care. Karena, dua aktivitas literasi saya tak bisa dipisahkan dengan komunitas tersebut.

Literasi Pribadi

Pertama, saya menargetkan bisa menerbitkan minimal dua buku per tahun. Tahun lalu, saya menargetkan terbit hanya 1 buku, namun bisa merealisasikan hingga tiga buku (catatan: 1 buku sudah selesai, namun dijadwal terbit April 2020). Rasanya nggak berlebihan kalau tahun 2020, saya menargetkan terbit dua buku.

Kalau melihat stok naskah, sebetulnya ada beberapa yang bisa dieksekusi sampai jadi buku. Ditambah lagi, beberapa ide yang masih terus dikerjakan. Ini belum termasuk kolaborasi nulis bareng penulis lain ya, seperti kumpulan cerita pendek tentang “Cara kita beragama”.

Terlalu banyak ide, nah di 2020 ini tantangannya adalah saya harus setia dan telaten menuntaskan ide itu menjadi buku yang bisa dinikmati khalayak. Atau paling tidak, menjadi warisan kepada keluarga dan anak-cucu kelak. Komitmen untuk telaten itu, sudah saya tulis di sini.

Kedua, memposting enam konten blog per bulan. Tahun 2019, target ini terpenuhi dengan lebih dari 60 konten per tahun. Karena itu, rasanya akan lebih seru kalau target 5 konten per bulan, dinaikkan jadi 6 konten per bulan.

Sebenarnya, bobot target ini, tidak lebih prioritas dari target menerbitkan artikel di jurnal ilmiah. Tapi, rasanya meningkatkan produksi artikel blog lebih mudah daripada menulis jurnal, jadinya target ini yang dinaikkan. Ini lebih mungkin, daripada menaikkan target artikel di jurnal, rasanya seperti mau bunuh diri, mengingat effort yang diperlukan untuk memproduksi 1 artikel ilmiah aja, perlu baca referensi yang banyak 🙁

Membaca dan menulis, perlu komitmen, disiplin dan setia! 🙂

Ketiga, mempublikasikan 1 paper di jurnal minimal yang minimal terakreditasi Sinta 4. Sebetulnya, target ini masih terlalu sedikit, kalau saya masih ingin melanjutkan kuliah doktoral beberapa tahun lagi. Kalau setahun hanya nambah 1 paper, rasanya bakal lambat banget pertambahannya. Padahal, bayangan saya ketika mendaftar S3 kelak, setidaknya sudah mempublikasikan paling nggak 10 paper.

Target ini, rasanya jadi nggak terlalu prioritas. Penyebabnya, saya masih tertarik dan ingin sekali menelurkan karya berupa buku. Jadi, paling tidak, setahun publish 1 paper dengan segudang prioritas target dan kesibukan kerja-keluarga, rasanya alhamdulillah dan cukup.

Keempat, ikut 3 lomba kepenulisan. Tahun lalu, saya ikut empat dari lima lomba yang ditargetkan. Rasanya sih menyenangkan, karena tidak menargetkan menang, jadi finalis atau masuk sekian besar. Ikut aja,

Nah, tahun ini rasanya, target ini tidak jadi prioritas, karena ingin banyak fokus menerbitkan buku yang selama ini cuma jadi konsep doang. Meski begitu, tetap menargetkan tiga kali, sebagai bentuk usaha untuk menjaga semangat kompetisi dan bergaul dengan penulis/blogger lain saja, biar semangat menulis juga terpompa. Lagi pula, saya bukan blogger pemburu lomba, jadi target tiga kali ikut serta, rasanya sudah jauh lebih dari cukup.

Kelima, ini target tambahan. Saya ingin membawa nama komunitas Books4Care lebih dikenal luas lagi. Tahun 2019, saya berkesempatan menjadi juri lomba blog tingkat nasional yang diselenggarakan Kemendikbud. Saya mengafiliasikan diri sebagai founder Books4Care. Lumayan, dari ajang ini, saya bisa sedikit-sedikit memperkenalkan komunitas yang saya dan kawan-kawan geluti.

Nah, tahun 2020, saya ingin kesempatan seperti ini lebih banyak lagi. Misalnya menjadi pembicara, konferensi komunitas dan acara literasi lainnya yang bisa memperkenalkan dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli pada literasi.

Kita perlu berkembang bersama orang lain. Dan komunitas Books4Care akan mewadahi setiap orang, meski awam dalam dunia literasi

Komunitas Literasi Books4Care

Selain target literasi pribadi, ada komunitas literasi yang masih saya geluti. Dan di sana, ada cita-cita yang belum terwujud untuk membesarkannya. Saya termasuk yang tak muluk-muluk menetapkan target. Hal ini mengingat, komunitas ini sejujurnya, masih digeluti di waktu luang, waktu sisa, akhir pekan, sepulang kerja dan setelah berbagai kewajiban terpenuhi. Maka, wajar saja harus banyak rasionalisasi, meski lambat, namun harus tetap berkembang.

Pertama, kami menargetkan dapat menerbitkan 2 buku. Ini memang salah satu misi kami untuk mendorong orang awam dalam menulis dan menerbitkan buku. Cara yang ditempuh, kami tengah menyiapkan program writing challenge, dan menyelenggarakan kelas offline yang menargetkan para pesertanya menulis buku.

Kedua, menyelenggarakan event workshop kepenulisan 1 kali dalam setahun. Event ni bisa digabung dengan penyelenggaraan peluncuran buku dari program writing challenge atau kelas kepenulisan offline.

Mengapa digabung? Selain hemat biaya, juga hemat tenaga, mengingat personel yang menggawangi komunitas ini hanya tiga orang saja. Apalagi, masing-masing juga punya kesibukan dan pekerjaan lain, sehingga kami perlu bersiasat agar program tetap berjalan, namun tetap hemat tenaga.

Ketiga, meningkatkan jumlah follower Instagram Books4Care (Follow ya!). Kami sih sudah tahu bagaimana melakukannya, hanya saja selama ini kami akui kurang serius mengelolanya. Mungkin kami bukan socmed freak yang saban waktu buka medsos, sehingga konten tak terperhatikan dengan baik. Namun, karena ini sudah era digital, sudah sepantasnya media sosial juga harus diperhatikan.

Itulah harapan dan target saya di bidang literasi untuk tahun 2020. Semoga Allah Swt memberikan kesempatan dan kesehatan bagi saya untuk mewujudkan semua itu dengan lancar.

Kalian sudah membuat resolusi 2020? Share di kolom komentar ya!

(Visited 1 times, 16 visits today)
Published inLiterasi Berdaya

One Comment

  1. Denik Denik

    Mantap. Target menerbitkan buku. Itu pun menjadi target saya. Semoga terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *