Skip to content

Resolusi Literasi 2019

Mumpung bulan Januari belum habis, rasanya belum terlambat menuliskan resolusi 2019. Seperti pegawai di perusahaan yang memiliki key performance index, saya juga harus memiliki target yang ingin dicapai setiap tahunnya, agar hidup saya lebih bahagia dan bermakna. Tsaaaah!

Dan sejujurnya, baru kali ini, saya menuliskannya dalam sebuah blog post. Tampak serius sekali, bukan?

Hmmmm, kira-kira apa saja resolusi saya di tahun 2019?

Pertama, saya menargetkan menulis blog lebih rutin. Minimal 5 artikel setiap bulan, rasanya nggak berat. Kebutuhan menulis semakin tinggi, lantaran tingkat stress di kantor makin menggila. Hahahaha curhat. Tentu, saya perlu pelampiasan yang positif, kan?

Apalagi di smartphone saya sudah terpasang aplikasi WordPress, jadi tak ada alasan untuk malas menulis. For your information saja, artikel ini saya tulis di tengah-tengah menunggu meeting di luar kantor. Jadi lumayan produktif lah ya?!

Kedua, ikut lomba menulis minimal 5 kali dalam setahun. Ini jadi semacam uji nyali, uji keterampilan dan uji kredibilitas. Banyak kawan dekat yang bilang, tulisan-tulisan saya enak dibaca dan perlu. Jadi, rasanya saya perlu pengakuan yang lebih formal dari pihak yang kredibel.

Tahun lalu, saya ikut lima lomba dan dua di antaranya membuahkan hasil. Sungguh, prestasi yang tak saya rencanakan. Makanya, agar lebih Joss, saya rencanakan tahun ini untuk lebih serius ikut lomba menulis. Lagipula, lumayan hadiahnya. Tahun lalu saja, dari dua lomba itu saya dapat hampir Rp10 juta. Lumayan pake banget kan?

Ketiga, publikasi dua artikel ilmiah. Selain menulis artikel populer, saya juga berminat untuk menulis ilmiah. Ini saya perlukan, sebagai prasyarat untuk mendaftar S3 dan sebagai jejak publikasi ilmiah bila suatu hari nanti saya menjadi dosen.

Lagipula data di kantor yang melimpah, saya kira seharusnya tidak sulit untuk menulis. Cuma perlu ketekunan untuk mengerjakannya. Oya, saya juga punya strategi lain, yaitu menggandeng teman saya yang juga dosen di bidang ilmu yang sama. Toh, kami sama-sama memiliki kebutuhan yang sama, jadi wajar saja kalau dikerjakan bersama. Ya kan?

Keempat, saya menargetkan untuk menerbitkan minimal satu buku. Sebetulnya, sudah ada beberapa naskah yang siap terbit. Ada yang masih dicicil, ada yang perlu diperbaiki dan ditambah. Cuma, kok ya sepanjang 2018, mood belum menetap ya untuk eksekusi naskah-naskah tadi. Makanya, 2019 ini, satu di antaranya harus launching!

Beberapa naskah yang ada tapi belum siap, antara lain:

  1. Kumpulan memoar
  2. Kumpulan puisi
  3. Kumpulan esai parenting

Loh, kenapa naskahnya antologi semua? Itu karena saya menggunakan strategi mencicil di blog ini. Hahahaha… Saya berencana nulis beberapa halaman per hari, posting di blog, lalu sunting deh. Beres!

Kelima, Books4Care lebih menggigit! Komunitas literasi ini sudah saya angankan sejak tujuh tahun lalu dan baru berjalan dalam setahun terkahir.

Tahun lalu, pencapaiannya lumayan sebagai komunitas yang baru berusia bayi 1 tahun. Sudah punya website, Instagram, Galang naskah lewat program 14 Days Writing Challenge: Ayo Menulis Memoar, serta mengampu secara gratis kegiatan eskul menulis di Sekolah Master, Depok.

Nah, tahun ini, saya berharap Books4Care bisa lebih banyak kegiatan dan kontribusinya di dunia literasi. Apa aja pencapaian yang diharapkan?

  1. Menerbitkan buku kumpulan memoar dari hasil program crowdwriting sebelumnya.
  2. Menerbitkan buku dari hasil pelatihan di Sekolah Master.
  3. Membuat media online khusus anak Master di Kumparan.
  4. Berkolaborasi dengan penulis, editor dan praktisi lain dalam pengelolaan Master atau kegiatan literasi lainnya. Ada beberapa komunitas yang bisa diajak sinergi, antara lain Orang Depok Menulis, XBank Depok dan komunitas blogger. Bikin apa? Mungkin semacam crowdwriting, seminar penulisan, bedah literasi atau donasi buku.

Saya banyak kenal para wartawan, penulis dan editor serta praktisi yang keren-keren. Kalau itu tidak dimaksimalkan untuk berbagi, rasanya sayang sekali.

Keenam, saya menargetkan membaca minimal 12 buku. Rasanya, banyak buku di rak saya yang belum terbaca semuanya. Jadi sayang, daripada membeli buku baru, yang lama harus disentuh lebih dulu.

Itulah resolusi literasi saya. Semoga Allah SWT, memberikan saya umur, waktu, dan keberkahan hidup sehingga dari harapan ini, melahirkan manfaat bagi orang di sekitar saya.

Resolusi kamu bagaimana? Share di kolom komentar ya!

Sumber gambar: Nicepik

(Visited 1 times, 1 visits today)
Published inLiterasi Berdaya

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *