Skip to content

Pemimpin Bisu

Aku tak tahu
Mengapa pemimpinku, tiba-tiba jadi bisu
Tak bisa bicara soal persaudaraan
Yang kita ditautkan karena iman

Saudara kami di Turkistan
Belahan timur dunia,
Sebab menjalankan perintah Qur’an
Lantas dipenjara lagi disiksa

Mereka dianggap radikal, katanya
“Ekstrimis” kata si komunis
Perlu dijinakkan, menurut pemerintah sana
Juga dianggap berbahaya

Lalu, pemimpin kami tak berdaya
Karena utang telah melilit lidahnya
Ia tak kuasa berkata-kata
Meski hanya mengecam si aniaya

Negeri tetangga sudah buka suara
Eropa bahkan sudah berunjuk rasa
Tapi kita, tak berbuat apa-apa
Bahkan ada pemimpin kami yang paham agama

Mengecam pun kelu
Memprotes pun tidak
Bertindak dan melawan
seperti enggan

Tahukah, wahai para pemimpin
Kelak kalian akan diminta pertanggungjawaban
Dihisab dengan adil lagi berat
Dan belum tentu kalian selamat

*) Ditulis sebagai bentuk solidaritas untuk Muslim Uyghur di Turkistan Timur yang dianiaya Pemerintah China, dan di saat yang sama, Pemerintah Indonesia tak berbuat apa-apa.

#sajakyanggelisah #sajak #sajakuntukuyghur

(Visited 1 times, 3 visits today)
Published in#Instapoetry

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *