Skip to content

Senang-Sening Posts

Moh. Hatta: Hatinya Terpaut pada Indonesia

Jika ada pemimpin di negeri ini yang masih bermental maling, barangkali ia perlu bercermin pada sang proklamator bangsa, Bung Hatta. Tak ada yang meragukan integritas dan kesetiaannya pada bangsa.

Mengenang sosok sang proklamator Mohammad Hatta, tak bisa dilepaskan dari bayangan kesederhanaan hidup dan intelektualitas pemikiran. Dan yang tak perlu diragukan, ia merupakan sosok yang gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

SK Trimurti: Bersahaja Sampai Ajal Tiba

Fasilitas mewah, bagi SK Trimurti saat menjabat sebagai menteri, bukanlah tujuan utama. Sederhana bukan sekadar ucapan. Tetapi mendarah daging dalam kehidupan.

Pada 1947, Surastri Karma Trimurti ditawari menteri perburuhan oleh Ketua Partai Buruh Indonesia (PBI) Drs. Setiadjit meminta langsung kepada trimurti atas perintah Presiden Soekarno. Namun, Trimurti menolaknya.

Agus Salim: Pemimpin yang Menikmati Derita

Menjadi pejabat, bagi Agus Salim adalah pilihan untuk menderita. Baginya, kewajiban menjadi prioritas utama, bukan hak yang akan didapat.

Kalau saja Haji Agus Salim masih ada dan menjadi pejabat, seperti anggota dewan atau menteri pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, mungkin banyak yang takkan percaya. Sosok pria berjanggut ini pasti akan menolak fasilitas rumah dinas dan mobil mewah dalam menjalankan tugas.

Tuhan Bicara Soal Rasa

Tak perlu diajari, tentu saja kita bisa membedakan berbagai jenis rasa. Kita juga tahu rasa gula itu manis, garam itu asin, pare itu pahit, dan seterusnya. tapi tahukah makna semua ini?

Tuhan itu Mahaadil. Tentu saja seluruh umat beragama akan sepakat soal ini. Tapi, tulisan ini tidak akan menceramahi Anda, hanya mengajak Anda berpikir barang sejenak. Mengapa Tuhan menciptakan rasa manis, sementara Dia juga menciptakan rasa pahit? Selalu ada rasa yang bertentangan yang kita kenal melalui indera pengecap.