Skip to content

Lelaki teladan dalam cerita

Hari ini, 26 tahun lalu
Seperti baru sehari saja berlalu
Telah beberapa bulan bapak dirawat
Sebab batu empedu yang gawat

Di ujung hari senin yang kelabu
Dari telepon datang kabar itu
Emak bilang, “Bapak telah tiada.”
Karna Tuhan lebih mencintainya

“Dia mati terlalu muda,” kata tetangga
“Bukankah orang baik mati cepat?” kata yang lainnya.
Yang jelas Tuhan tidak tinggal diam
Meski mereka banyak yang diam

Lamat-lamat, tangis bertalu
Semua orang memelukku
Yang berdiri termangu
Diterkam pilu

Di tanah kelahirannya, ia disemayamkan
Di usianya yang hampir tiga sembilan
Ia tinggalkan seorang istri
Berikut dua putra, dua putri

Bapak tak meninggalkan warisan
Kecuali sejumlah pesan
Agar kami terus mengaji
Dan menjadi anak yang berbakti

Aku juga masih ingat,
Bapak pernah berwasiat
Bukan agar emak telaten merawat
Tapi agar kami tegak mendirikan solat

Sejak itu, emak sering merapal cerita
Tentang sosok pahlawan keluarga
Lelaki shalih yang gagah
Yang tampak necis dan berwibawa

Kata emak, bapak juga tak pernah sungkan
Membantu istri mencuci pakaian,
memasak makanan kesukaan
Dan membersihkan halaman

Bagi emak, bapak itu suami idaman
Tegas dalam urusan iman
Disiplin untuk pendidikan
Itu sebab ia tak pindah haluan
Bagi kami, bapak adalah teladan
dalam cerita emak sepanjang zaman

Dalam sujudku
Kuantarkan doa tulus selalu
“Allahummagh firlahu
warhamhu,
wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.” Amiin

9 September 2017
*) Mengenang 26 tahun kepergian bapak.
Supriadinata bin R. Juharta (9 September 1991-9 September 2017).
#BerbaktiDenganPuisi

(Visited 1 times, 2 visits today)
Published in#Instapoetry

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *