Skip to content

Lakukan 2 hal ini biar makin disayang istri

Pingin disayang istri? Nggak usah pergi ke dukun. Ke dokter juga belum tentu ada obatnya. Atau sebagian besar lainnya percaya, dengan uang mampu membuat istri semakin sayang dan jatuh cinta kepada kita. Maka, tak sedikit para suami yang berpandangan seperti ini bekerja kian keras, agar mendapatkan pendapatan lebih dan karir yang menjanjikan, yang katanya, untuk membahagiakan keluarga.

Ini benar. Tapi tidak seluruhnya benar. Kalau usaha untuk itu, mengorbankan waktu untuk keluarga, saya kira sedikit-sedikit persoalan akan timbul. Padahal, kadangkala, istri kita, tak membutuhkan materi agar dirinya merasa bahagia.

Bukannya semua perempuan matre? Hahahaha, buat saya nggak. Buktinya istri saya nggak matre. Karena itu, ‘resep’ yang mau saya ceritain, bukan soal memanjakan istri dengan materi. Tetapi dengan dua hal sederhana, yang insyallah, bisa bikin istri makin sayang. Cieeee….

Pertama dan yang utama, hadirlah saat ia dalam kesulitan. Bisa saat kondisi sakit, punya masalah di kantor, atau kondisi apapun yang membuat dirinya down. Tunjukkan bahwa kehadiran kita, berguna bagi dia. Kalau perlu, tanyakan apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi bebannya.

Saya pernah iseng tanya, apa momen paling membahagiakan dia saat bersama-sama saya? Yaitu saat dia hamil anak pertama kami dan harus menjalani fisioterapi. Penyebabnya, saat hamil 4 bulan, ia terjatuh di tangga yang mengakibatkan saraf terjepit. Akibatnya, usia kandungan yang menua dan memberat, semakin menjepit saraf-saraf di bagian tulang belakangnya. Untuk menemaninya terapi, saya sempatkan cuti dari kantor, menuntunnya perlahan, dan sebagainya.

Kenapa ini menjadi yang paling penting? Setidaknya bagi istri saya. Mungkin hal ini terlihat sepele dan tampak seperti, “ah itu sudah menjadi kewajiban suami.” Tapi, dalam cara dan pola pikir perempuan, hal itu menunjukkan tidak hanya bentuk tanggung jawab melindungi seorang suami terhadap istrinya, tetapi juga bentuk kepedulian, kasih sayang, cinta dan perhatian.

Lebay ah? Nggak juga. Itu sangat berarti kok buat istri. Percaya deh, jangan sepelekan ini.

Kedua, bantulah tugas-tugas domestiknya. Ini berlaku, baik bagi istri yang full time di rumah saja, atau istri karir yang juga menyambi urusan domestik di dapur dan sumur.

Ini juga berdasarkan jawaban istri saya. Saya beruntung, memiliki bapak yang juga membantu urusan domestik istrinya. Bapak saya juga biasa memasak, mencuci pakaian, memandikan anak, menyuapi anak, beres-beres rumah, dan sebagainya. Secara tidak langsung, saya diberikan teladan serupa dengan bapak.

Maka ketika saya menganggap hal itu sebagai sebuah ‘kewajiban’ bagi suami, dan itu biasa-biasa saja, maka tidak bagi istri saya. Buat dia, itu sangat spesial dan romantis. Dia sangat terkesan di awal pernikahan, saat kami memasak berdua di dapur yang sesak di rumah kontrakan. Dia memotong-motong sayuran, membuat ungkepan tempe dan menyiapkan bumbu, sedangkan saya bagian menggoreng-goreng dan menumis. Padahal menu yang kami masak biasa saja, tumisan kangkung, telur balado dan tempe goreng. Tapi itu sangat berkesan baginya.

Seperti bapak, saya juga membantu mencuci, meski sekrang pakai mesin cuci, menjemur pakaian, menyapu dan mengepel, dan kadang-kadang menyetrika. Saya malu? Alhamdulillah nggak. Saya justru lebih malu, menjadi suami yang tak peduli dengan urusan rumah tangga yang dipimpinnya.

Jadi kalau kalian termasuk kategori suami yang “gak mau tau urusan dapur dan sumur”, mulai sekarang cobalah membantunya. Kadang saya berpikir, bahwa membuat bahagia orang lain, bahkan diri kita sendiri, bisa dilakukan dengan sederhana dan yang paling penting, dilakukan secara bersama-sama dengan orang tercinta.

Resep berikutnya, saya kira sama. Semua hal yang menyenangkan buat kita, tentu bisa sama menyenangkannya buat dia. Misalnya memberi kejutan, me time untuk memanjakan dirinya di salon atau mall, liburan bersama keluarga dan lainnya.

Sumber gambar dari sini

(Visited 1 times, 1 visits today)
Published in101 Komunikasi Pasutri

2 Comments

  1. budprast budprast

    semakin penasaran dengan bapak satu ini, penginspirasi kami-para muda-mudi.

    • admin admin

      jangan penasaran, berat. kamu nggak akan kuat. mending kirim transferan aja 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *