Skip to content

5 Bulan Terbitkan Buku dari Blog. Ini Caranya!

Saya pernah menulis jenis-jenis blogger yang bisa dibaca di sini. Dari ragam pilihan itu, saya memilih untuk menjadi blogger yang kombinasi. Ya, saya ingin eksis, dapat uang -dengan jalan halal tentunya-, ikut selektif lomba, dan berkarya. Ya, berkarya dengan menerbitkan buku dengan mencicil di blog.

Jadi buat kalian yang masih beralasan menulis buku itu susah, buat saya itu hanya cari-cari alasan aja. Padahal sarananya sudah ada. Dengan blog, kalian bisa mencicil tulisan demi tulisan sehingga menjadi sebuah buku.

Itu juga yang saya lakukan. Dengan mencicil dan posting di blog ini, tidak terasa, sudah terkumpul calon buku saya. Tentu saja, hal ini perlu editing lanjutan, dengan menambahkan data, memperbarui cerita dan meminimalisasi typo error agar karya kita lebih sempurna.

Bayangan saya, kalau kita disiplin menulis, dalam lima bulan akan terbit sebuah buku. berikut tahapannya.

Pertama, buat konsep buku, yang berisi tema yang ingin ditulis, target pembaca (usia, jenis kelamin, pendidikan, dll), dan target jumlah halaman.

Kedua, buat content planning dalam 100 hari ke depan, tema atau sudut penulisan apa yang akan ditulis. Lebih rinci lebih baik. Artinya, hari ke-1 sampai hari ke-100 sudah terisi topik-topik yang akan ditulis. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya writer’s block.

Ketiga, buat jadwal dan disiplinlah! Misalnya, kamu menargetkan menulis buku setebal 100 halaman A4. Maka anggaplah 1 halaman itu 1 artikel yang akan di-posting di blog. Maka, kalau disiplin dalam 100 hari (3 bulan 10 hari) ke depan, akan ada 100 artikel di blog kamu.

Keempat, editing tahap lanjut. Jadi naskah yang sudah kamu miliki sekarang, 100 artikel/halaman itu, adalah bahan mentah yang siap diolah lagi. Jangan langsung terbitkan agar pembaca tak kecewa dengan naskah itu karena tak ada bedanya dengan yang ada di blog.

Karena itu, perlu editing tahap lanjutan dengan penambahan data, informasi atau cerita agar naskah kita kian ‘kaya’. Pada tahap ini, juga penting untuk memperhatikan typo error yang akan membuat pembaca jadi tidak nyaman. Pada tahap ini, setidaknya kamu perlu 20 hari.

Kelima, kirimkan ke penerbit. Untuk penulis pemula, saya sarankan untuk mengirimkan naskah kalian ke jalur penerbit indie atau self publishing yang kini banyak sekali menawarkan jasa penerbitan buku dengan biaya yang murah bahkan ada yang gratis.

Biasanya, ada masa tunggu/antrean di penerbit, paling tidak 1 bulan untuk memproses naskah kalian, mulai dari editing naskah, membuat desain kaver dan layout naskah. Nah, kesempatan tunggu ini, bisa kalian gunakan untuk meminta testimoni dari tokoh/penulis/public figure yang kalian kenal, yang dapat dicantumkan di blurb (bagian belakang buku) atau kaver depan.

Jadi 100 hari + 20 hari + 1 bulan = 5 bulan. Dalam waktu tersebut, kalau kalian disiplin, akan menghasilkan karya berupa buku. Selamat mencoba!

Kalau kalian ada pendapat, silakan komen ya.

(Visited 1 times, 10 visits today)
Published inLiterasi Berdaya

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *