Menjadi ‘Bidan’ Buku Antologi “It’s Me”

Sudah lama saya berangan-angan mendorong orang lain –terutama orang awam- untuk menulis, mendampinginya hingga tulisan-tulisan itu menjadi karya yang kemudian dibukukan. Ya, seperti pekerjaan bidan, lah, yang membantu persalinan perempuan yang akan menjadi ibu. Dan, bersama Komunitas Books4care saya melakukannya!

Sebelum saya bercerita lebih jauh, apa sih motif saya melakukan ini semua?

Selain bentuk syukur atas anugerah keterampilan menulis yang saya miliki (meski sedikit), saya ingin membantu orang untuk memiliki karya dalam sebuah buku. Bagi saya, tak perlu menunggu sampai saya sehebat Kang Abik, Andrea Hirata, Pramoedya Ananta Toer, Dee Lestari atau penulis hebat lainnya untuk memberi inspirasi dan semangat menulis. Cukup menjadi Lufti Avianto yang sudah pernah menulis buku, cukup buat saya untuk berbagi dengan orang lain. Toh, ilmu yang kita miliki, kalau disebarkan, bukankah akan tambah berkah, bukan?

Balik ke cerita. Perjalanan membantu melahirkan buku itu dimulai sejak tahun lalu. Awalnya, saya menggagas program tantangan menulis. “Menulis apa?” Tanya Asqa dan Icha, kawan seperjuangan saya di komunitas literasi itu. “Menulis memoar!” jawab saya sekenanya.

Alasan saya mengapa memilih memoir? Karena setiap orang selalu punya cerita yang ingin mereka bagi kepada orang lain. Daripada cuma curhat, mending ditulis dan jadi buku, kan? Dan, ternyata berhasil menggaet belasan orang untuk ikut tantangan menulis 14 hari nonstop atau 14 Days Writing Challenge (Biar keren, pake Bahasa Inggris, hehehee).

Tapi, tidak semudah itu Ferguso!

Setelah tantangan selesai, saya dan juga dua sahabat saya itu, ditenggelamkan oleh kesibukan masing-masing. Kami sudah memilah naskah dari 9 penulis yang mampu bertahan. Kemudian jeda, dengan berbagai alasan. Ditanya para penulis, kapan buku kami jadi? Lalu kami lanjutkan, dan tenggelam lagi.

Desain kaver by Iman Santoso

Hingga beberapa purnama, akhirnya buku ini hadir pada Agustus 2019 lalu melalui Penerbit Ellunar Bandung.

Untuk kaver buku, saya berterima kasih oleh sahabat saya Iman Santoso, yang rela membantu tanpa pamrih, alias probono. Semoga Allah Swt saja yang balas. Dia juga yang mendesain dua buku saya sebelumnya: Ramadhan Metamorphoself (Bitread, 2019) dan Sajak-Sajak yang Gelisah (Bebuku, 2017). Selain gratis, Iman adalah sosok desainer yang kooperatif terhadap kerewelan konsep saya, hahahaha. Sorry ya, bro!

Nah, untuk judul, kami telah mendiskusikan bersama 9 penulis. Akhirnya disepakati “It’s Me” dengan tagline “Kejutan Hidup Kita Selalu Berbeda”. Judul sengaja menggunakan Bahasa Inggris, biar menarik dengan tagline yang menunjukkan bahwa hidup kita itu berbeda dan istimewa lho!

Inspirasi kaver dari buku ini. Dengan modifikasi perempuan berjilbab dan warna yang girly!

Sedangkan untuk ide kaver ini, saya dapatkan inspirasinya dari buku The Girl of Ink and Stars karya Kiran Milweed Hargrave. Namun karena semua penulis di buku It’s Me berjilbab, maka saya modifikasi idenya dengan siluet perempuan berjilbab dengan ornament-ornamen di sekujur kepala: ada rumah, gedung sekolah, keluarga, kupu-kupu dan sebagainya. Ini sebagai bentuk kiasan, bahwa cerita di dalam buku ini sangat beragam namun sangat dekat dengan tema obrolan perempuan.

Kebahagiaan lainnya, saya juga turut memilah dan menyunting naskah ini. Saya mengelompokkan dan menggabungkan naskah yang memiliki tema yang sama dari penulis yang sama agar tidak membosankan. Menyeleksi naskah yang layak dan bernilai cerita, unik dan menyentuh.

Saya menyadari, bahwa sebetulnya para penulis sudah memiliki keterampilan menulis. Hanya saja, mengolah cerita biasa menjadi layak diceritakan dan dibaca, perlu keterampilan tersendiri. Namun setidaknya, saya bangga bisa membersamai mereka melahirkan karya ini menjadi sebuah buku. Alhamdulillah.

Setelah proses terbit, saya mewakili 9 penulis untuk menandatangani kontrak perjanjian penerbitan. Ada klausul soal royalti. Saya sampaikan kepada mereka soal ini. Tentu saja, saya tak mau mengambil hak mereka. Akhirnya disepakati, bahwa tiap penulis yang berhasil menjual buku, maka keuntungannya untuk penulis itu sendiri. Sedangkan buku yang terjual melalui penerbit (toko online), maka keuntungan itu untuk Komunitas Books4Care.

Mereka bilang, “Untuk membantu komunitas, mas.”

Ahh, saya jadi terharu.

Semoga, para penulis dilimpahkan kesehatan dan semangat untuk selalu menulis dan melahirkan karya. Amiin. Doa saya untuk kalian semua!

Semoga, para penulis dilimpahkan kesehatan dan semangat untuk selalu menulis dan melahirkan karya. Amiin. Doa saya untuk kalian semua!

Bagi anda yang berminat membeli, silakan mengunjungi tautan berikut

(Visited 1 times, 33 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *