Menang tanpa merendahkan

Seorang guru matematika berdiri di depan kelas. Di papan tulis, ia membuat sebuah garis dengan kapur putih sepanjang 10 cm. Ia kemudian meminta para muridnya untuk melakukan sesuatu.

“Adakah di antara kalian yang bisa membuat garis ini lebih pendek?”

Para murid di kelas itu terheran-heran, bagaimana soal yang begitu mudah diberikan kepada mereka.

Anak pertama maju ke depan, ia menghapus 2 cm dari garis itu, sekarang menjadi 8 cm. Lalu anak ke-2, 3 dan 4 melakukan hal yang sana sehingga garisnya tinggal 2 cm.

Guru matematika itu bergeming. Para murid masih heran. “Apakah jawaban kami salah?”

Guru itu menggeleng. “Tidak, jawaban kalian tidak salah. Tapi belum tepat dan bijaksana.”

Para murid kembali terheran, bukankah di pelajaran matematika, logika selalu diutamakan, bukan perkara bijaksana atau tidak.

“Ada yang bisa memberikan jawaban lain?”

Terakhir, anak kelima, ia kemudian maju, dan mengambil kapur, lalu membuat garis yang lebih panjang, sejajar dengan garis pertama, yang tinggal 2 cm itu. Ia kemudian duduk kembali.

Sang guru itu tersenyum.

Ia menjelaskan, bahwa jawaban empat murid pertama tentu tidak salah, membuat garis itu lebih pendek. Namun, jawaban itu menunjukkan bahwa kita selalu fokus pada kesalahan orang lain, bukan diri kita. Kita ingin garis itu lebih pendek, dengan memperpendeknya.

“Kita ingin orang lain lebih jelek, dengan cara menjelek-jelekkan orang lain.”

Pada jawaban terakhir, garis yang sudah pendek itu, tak lagi diperpendek, melainkan cukup dibuatkan atau ditunjukkan garis yang lebih panjang. Dengan begitu, terlihat, mana garis yang lebih panjang, dan mana garis yang lebih pendek.

Ingatlah, bahwa tak perlu membuat orang lain menjadi lebih jelek daripada kita, dengan membicarakan keburukannya. Cukup tunjukkan saja kebaikan yang kita punya melalui ucapan dan perbuatan yang mulia. Dengan sendirinya, orang lain yang berperilaku buruk, akan terlihat keburukannya.

Para murid pun paham.

(Visited 1 times, 5 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *