Hikayat Batu Bata

Alkisah, ada sebuah batu bata yang sudah sangat siap untuk menjadi bagian dari pondasi sebuah bangunan yang megah. Sebelum menjadi batu bata, ia harus melalui beberapa tahapan proses yang sangat berat. Ia berasal dari ‘rahim’ ibunya, tanah liat berkualitas bagus, setelah melalui seleksi yang ketat dari sang pengrajin batu bata.

Kemudian diproseslah ia, dengan proses yang mungkin sangat menyakitkan. Dia diinjak-injak, dipukul-pukul, disiram air, dan dipisahkan dari batu krikil dan kotoan lainnya yang melekat pada dirinya. Setelah itu, barulah ia bisa dicetak. Namun, penderitaan belum usai. Setelah dicetak, fase berikutnya telah menunggu, yaitu dia harus dijemur di bawah sengatan sinar matahari yang terik, hingga betul-betul kering.

Ia mengira, proses menjadi batu bata berkualitas bagus, telah selesai. Ternyata tidak.

Fase berikutnya, ia harus dibakar beberapa saat lamanya dalam sebuah oven raksasa dengan kapasitas ratusan batu bata sekali pemanggangan, bersuhu ratusan derajat celcius. Setelah proses pembakaran selesai, barulah kini ia telah menjadi batu bata sejati yang siap bermanfaat untuk orang lain: menjadi elemen pembentuk bangunan yang kokoh.

Lain cerita dengan si batako. Ia terbuat dari campuran bahan kerikil, pasir dan semen. Setelah diadon, kemudian batako dicetak, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Prosesnya terbilang lebih cepat dari pembuatan batu bata yang terbuat dari tanah liat. Harganya pun, batako lebih murah daripada batu bata.

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah si batu bata?

Bahwa untuk membentuk kualitas diri, diperlukan sebuah proses panjang yang melelahkan, juga menyakitkan. Karena kita sepenuhnya menyadari, bahwa pribadi yang tangguh, memang akan ditempa dengan ujian hidup yang hebat. Semakin berat ujian, semakin Tuhan menginginkan kita menjadi pribadi dengan kualitas yang baik.

Karena itu, janganlah mengeluh ketika ujian hidup datang. Justru kehadirannya harus disambut dengan semangat memperbaiki kualitas diri, untuk menjadi lebih baik.

(Visited 1 times, 10 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *