Evaluasi Resolusi literasi 2019 (Triwulan I: Januari-Maret)

Resolusi literasi tahun 2019 telah diumumkan melalui blog ini. Saatnya saya mengevaluasi, sudah sejauh mana usaha yang saya lakukan untuk mewujudkannya. Kesan saya, hidup saya lebih berwarna dengan target-target hidup yang lebih terencana. Semoga Allah memudahkan tiap rencana baik ini.

Berikut ini, penjelasan dari tiap target yang telah dicanangkan.

Pertama, tergat menulis blog rutin, minimal 5 artikel per bulan. Alhamdulillah, telah tercapai di triwulan ke-1 ini. Di Januari, saya menulis 10 artikel, Februari sebanyak 35 artikel, dan Maret sebanyak lima artikel. Mengapa capaian Februari sangat fantastis?

Ada strategi yang saya terapkan, dan ternyata lumayan berhasil. Saat weekdays, saya mencatat ide-ide tulisan. Entah saat di menunggu lampu merah, di toilet dan makan siang. Kemudian di akhir pekan, saya mengurung diri untuk mengeksekusi catatan cakar ayam yang telah saya buat, hingga menjadi stok yang cukup banyak dengan postingan yang dijadwal setiap hari.

Kedua, ikut lomba menulis, lima kali dalam setahun. Pada rentang Januari-Maret ini, saya sudah ikut dua lomba, yaitu “Ralali.com Bantu Saya Wujudkan #ResolusiBisnis2019” yang diselenggarakan perusahaan marketplace Ralali.com, dan “Pentingnya Literasi bagi Tumbuh Kembang dan Masa Depan Anak” yang diselenggarakan Kemendikbud dan telah dimuat di Jawapos.com.

Pada lomba pertama, saya belum beruntung. Lomba kedua, belum ada kabar. Karena target saya “mengikuti lomba”, jadi lebih dominan perasaan nothing too loose, dan tak ada beban.

Ketiga, publikasi dua artikel ilmiah per tahun. Alhamdulillah, perkembangan target ini sudah terlihat. Hampir tiap akhir pekan di bulan Maret, saya habiskan dengan menulis bahan-bahan riset yang telah saya kumpulkan. Per tanggal 25 Maret, artikel tersebut sudah selesai dan sudah di-submit ke Jurnal Profesi Humas Universitas Padjajaran.

Saya menulis tentang strategi komunikasi Festival Film Antikorupsi (ACFFest 2018) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Naskah ini ditulis bersama dengan kawan saya, Sandy Permata yang juga dosen Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta.

Paper kedua juga tengah saya siapkan bersama kawan kuliah saat S2, Icha yang juga berprofesi sebagai dosen ilmu komunikasi. Paper yang tengah ditulis tentang wacana antikorupsi pada lima debat calon presiden.

Mengapa saya perlu tandem? Maklum, sebagai pegawai pemerintahan, saya jarang pegang buku. Jadi, pada bagian teoritis, saya perlu teman penulis lain yang lebih menguasai. Jadi kami berbagi tugas dan saling melengkapi.

Keempat, target menerbitkan satu buku tahun ini. Alhamdulillah, telah tercapai di triwulan ke-1 ini. Tadinya tidak terpikir bisa secepat ini. Ternyata, ada naskah kumpulan artikel tentang Ramadhan yang bisa lebih cepat disempurnakan. Buku ini telah terbit, baca: Ramadhan Metamorpho-self: upaya kecil mengakrabi bulan suci 

Kuncinya, selain fokus menghabiskan beberapa kali Sabtu-Ahad dengan menekuri naskah ini, memperbaiki, menambah materi dan meminta komentar serta endorsement, Alhamdulillah bisa diselesaikan sebelum Ramadhan. Jadi masih ada waktu untuk memperkenalkan ke calon pembaca, dan mengirimkannya secara cuma-cuma ke perpustakaan masjid atau taman bacaan masyarakat.

Insyallah, kalau tak meleset dari rencana, setelah buku tersebut terbit, saya akan segera mempersiapkan buku lainnya. Jadi bisa melebihi dari yang ditargetkan. Ada beberapa bahan yang bisa digarap, yaitu:

  1. Novel dari bahan-bahan memoar
  2. Kumpulan artikel parenting. Naskah ini sudah sering sekali dicicil di blog ini. Tinggal diperkuat referensinya.
  3. Hilirisasi hasil riset (tesis)
  4. Kumpulan sajak dan puisi. Inginnya, berkolaborasi dengan kartunis, agar ada ilustrasi di setiap puisinya.

Kelima, target membaca 1 buku setiap bulan. Tidak tercapai! Sejak Januari hingga Maret ini, saya hanya membaca 1 buku saja, yakni tentang Mendidik Anak di Era Digital. Penyebabnya, triwulan pertama ini, saya banyak menghabiskan menulis artikel ilmiah; mengumpulkan bahan, menulis, berkoordinasi dengan penulis utama dan merevisi. Cukup melelahkan, tapi menyenangkan karena punya pengalaman publikasi ilmiah, sebagai salah satu syarat untuk studi doktoral kelak.

Keenam, kegiatan komunitas literasi Books4Care. Pada triwulan ke-1 ini masih belum banyak kemajuan. Selain masih mengerjakan kegiatan rutin mengajar kelas menulis, saya dan kawan-kawan, belum merampungkan buku hasil dari tantangan menulis.

Hingga akhir Maret ini, kami baru memilih tulisan apa saja yang akan dimasukkan dalam buku, dan saya baru membuat draf kaver buku tersebut, yang diberi judul “It’s Me: Kejutan hidup kita selalu berbeda”. Semoga di awal April, buku ini sudah masuk ke penerbit.

Terima kasih buat sang desainer, Iman Santoso yang menunda kepulangannya ke Bandung, demi mengerjakan kaver ini.

Empat dari enam target, sudah menunjukkan proses dan hasil yang sesuai harapan. Insyallah, masih ada waktu untuk mengejar target yang belum sempat terlaksana.

Semoga Allah Swt memberikan waktu, usia, kesehatan dan kesempatan agar saya bisa merealisasikan target-target tersebut untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat, agama dan juga bangsa. Amiin.

(Visited 1 times, 4 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *