Skip to content

Bulan: Agustus 2018

Game Disorder pada Buah Hati: Sebuah Catatan Antisipasi

Saya sering mendapati orangtua yang bekerja, cenderung permesif terhadap penggunaan gadget pada anak. Karena orangtua sudah lelah akibat seharian bekerja, maka gadget dianggap sebagai solusi bagi keduanya: orangtua dan anak. Orangtua bisa beristirahat, sementara anak bisa bermain.

Penggunaan gadget nyaris tanpa aturan, juga terjadi pada orangtua dengan pemahaman literasi yang rendah. Sehingga memberikan gadget berupa tablet atau smartphone pada buah hati, dianggap sebagai bentuk kasih sayang dan dipercaya sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.

Mendidik di Era Kini, Agar Orangtua dan Sekolah Kian Harmoni

“Didiklah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.”

Saya kira, kita sudah tak asing dengan nasihat dari sang khalifah Ali bin Abi Thalib ra seperti di atas. Perkembangan teknologi dan informasi telah memberi dampak yang luar biasa di semua bidang, termasuk dalam bidang pendidikan, memaksa kita harus cepat belajar menjadi orangtua bijak zaman now.

Agar Kita Menjadi Sebenar-benarnya Orangtua

Menjadi orangtua yang baik, bukan hanya berkewajban memberi nafkah sandang, pangan dan papan saja. Tetapi mengajarkan nilai dan membentuk karakter anak. Itulah tugas utama.

Untuk menjadi sarjana unggul, sudah tersedia ratusan bahkan ribuan perguruan tinggi di dalam atau luar negeri yang berkualitas. Tapi untuk menjadi orangtua yang unggul, sampai hari ini, saya belum menemukan sekolahnya.